Pendamping JSA 2011

Salah satu keunikan Jambore Sahabat Anak (JSA) adalah,terjalinnya hubungan persahabatan antarapara kakak pendamping dengan anak-anak marjinal yang mereka dampingiselama 2 hari 1 malam. Ini juga merupakan sebuah kesempatan di manamasyarakat dapat belajar secara nyata bahwa anak-anak yang biasa hidup

di jalan maupun anak-anak marjinal adalah anak-anak yang bisa dijadikansahabat, karena walau dalam kondisi kerasnya kehidupan yang merekaalami, pada dasarnya mereka tetap seorang anak, yang sama berharganyadengan anak-anak lain di seluruh dunia.

Tahun ini, kami membutuhkan 550 orang SAHABAT yang dengan sukarelabersedia menjadi PENDAMPING selama 2 hari 1 malam. Menjadi pendamping berarti bersedia menjadi sahabat bagi 2 orang adik yang akan didampingiselama 2 hari penuh ~ makan bersama, tidur dalam 1 tenda, menjadi temanbercerita, menemani mereka bermain, dll.

Persyaratannya adalah sebagai berikut:

1. Bersedia menerima visi-misi dan prinsip-prinsip pelayanan Sahabat Anak.

2. Bersedia menandatangani Child Protection Agreement.

3. Usia minimal 18 tahun di tahun 2011.

4. Memiliki minat terhadap pelayanan anak.

5. Wajib menghadiri briefing pendamping minimal 1x pada:

Hari/Tgl: Sabtu/Minggu, 11, 12, 18 Juni 2011

*PILIH SALAH SATU TANGGAL SAJA!*

Waktu : Pkl. 14.00-16.00 WIB

Tempat : Museum Bank Mandiri

Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat

6. Bersedia mengikuti seluruh rangkaian acara mulai Sabtu, 2 Juli 2011 jam 06.00 WIB – Minggu, 3 Juli 2011 jam 18.00 WIB

7. Wajib mengunjungi lokasi yang akan didampingi minimal 1 kali sebelum pelaksanaan JSA.

8. Bersedia mematuhi tata tertib selama acara berlangsung.


Jika anda memenuhi persyaratan di atas, silahkan download Formulir Pendamping JSA 2011, lengkapi dan kirim email ke info@sahabatanak.com atau fax ke (021) 391-34172.


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi

Hany: 08195629745

Anggie: 085767977116

Debby: 08568902305

Syir: 085717820044


Terima kasih banyak untuk perhatian dan dukungannya


Kita bisa diam saja, tidak melakukan apa-apa… dan tidak ada yang berubah.


Kita bisa banyak bicara, namun tidak melakukan apa-apa… dan tetap tidak ada yang berubah.

Mari tanpa banyak bicara kita lakukan sesuatu… yang akan membawa perubahan dalam hidup mereka!


Salam SAHABAT :)

Sie Pendamping JSA XV

Form Pendamping

Info Lengkap: http://www.sahabatanak.com/index.php?option=com_content&view=article&id=111&Itemid=75&lang=id#_msocom_1

Selasa, 31 Mei 2011 Leave a comment

Para sopir, nakhoda, masinis, pilot semuanya pejantan tangguh.

Sebenernya udah lama cerita ini ndak di upload, lupa, malah ngendon di leptop yang tambah hari kekuatan baterenya malah tambah pendek.

Sore telah lewat, plang toko-toko diluar menunjukkan sebuah nama kota, Kebumen. Berarti ndak lama lagi nyampe di kampung halaman Purworejo. Alhamdulillah. Udah hampir 24 jam duduk melekat di kursi jok Sinar Jaya Bisni RS 2-2 Jakarta Lebak Bulus-Yogya, padahal normalnya cuma 12 jam, namun perjuangan menunggu tak sia-sia sebentar lagi senyuman mbak Mus dan Lek Slamet menyambut penuh hangat di tengah hijau sawah desa Ketug.

Berada di baris pertama paling depan, persis dibelakang Supir, membuatku sangat mudah melihat sang supir dengan singasana khususnya. Caranya menginjak pedal gas, gerakan speedometer, jarum rpm, cokelat kerah bajunya, tulisan SINAR JAYA CREW di punggung bajunya dan air mata!. Iya, tepat saat matahari menerobos masuk ke kabin depan bis andalan orang Jawa Selatan ini, ada air mata di pipinya.

Saat itu tanggal 28 Ramadhan, atau H-2 menjelang lebaran. Lama di tengah keacetan di pasar Gombong ia mengusap matanya yang memerah dengan handuk putih bersih bertuliskan “Good Moorning”. Berkali-kali ia mengusap, mungkin malu, sengaja spion atas supir akan ditongakkan, mungkin agar tidak terlihat penumpang yang mukanya kinyis-kinyis berharap sebentar lagi nyampe.

Setengah jam macet, dan menunggu ternyata semakin membuatku pensaran kenapa sang supir ini menangis. Kebetulan sejak naik di LB (baca: lebak bulus) aku sudah mengobrol banyak sama sang supir. Sampai di rumah makan pun aku makan bersamanya di ruang supir tidak seperti penumpang umumnya yang makan di bagian luar. Lumayan, paling tidak dapat makanan gratis. Hehehe.

Sedikit beringsut ke kursi CB (baca: kursi cadangan), kebetulan sudah ditinggal penunggunya yang turun di Purwokerto. (percakan bahasa jawa).

saya: kenapa pakde, kok keliatan lesu, capek...?

pakde sopir: klo cape mah biasa dik.

saya: loh ada apa emangnya pak…?

pak sopir: kayaknya nih taun aku bakal ngerayain lebaran di jalan lagi dik, dah lama banget aku ga lebaran bareng anak dan istriku. Aku kadang cuma bisa menangis jika anak ku nanya “pak kapan pulang?” aku ndak bisa jawab. Saat penumpangku makin dekat dengan kota tujuan, aku malah makin jauh dengan rumah. tapi, InsyaAllah aku Ikhlas dik, jika melihat wajah penumpang yang gembira saat turun dari bis, aku ikutan terharu.

Aku menghela napas panjang, melihat bis di depan dan kereta yang sempet lewat di perlintasan kutoarjo, teringat, tersadar, mereka sopir, masinis, berada di antara ribuan orang-orang yang penuh harap untuk bertemu sanak famili nya, berlebaran di kampungnya namun (terkadang) tak sadar dalam rangkaian gerbong kereta dan kabis bis malam ada yang berperasaan lain. Lain dari yang lain. Yang mencoba mengikhlaskan diri, menghibur diri demi penumpang dan tanggung jawab pekerjaan.

Sampai aku turun, aku tak banyak ngobrol lagi, hanya menahan haru dan mengucapkan terimakasih kepada sang sopir, mengingat perjuangan sang “penjantan-pejantan tangguh”.

Minggu, 29 Mei 2011 1 Comment

Tentang Tepuk Tangan

Paling takut sama tepuk tangan,

saat aku di tepuk tangani, dengan riuh, dengan seribu senyuman, dengan badge penghargaan, dengan keringat semangat, dengan berbagai macam decak kagum yang seolah berkata "kakak keren" dari orang yang tepuk tangan.

Saat itu, aku berpikir, aku lebih baik, aku lebih baik dari yang tepuk tangan, sebuah pikiran bodoh dan picik, bukankah aku sering mendengar bahwa setiap individu punya "ke-kerenan" dalam bidang masing-masing, lupakah aku?, betapa sombongnya aku, angkuh, congak,

Aku ndak pernah dan bahkan ndak akan pernah lebih baik dari seseorang, ndak akan pernah,

Astaghfirullah...

Minggu, 08 Mei 2011 1 Comment

Mimpi?

Ndak ada maksud lain selain ingin mengatakan banyak terima kasih sama temen-temen GM 46 (coconut, emang kepanjangannya apa ya? Kenapa ndak Torbangun aja yang kaya Folat? Kan keren juga tuh, hahahah), loh terima kasih kenapa?

Septian, mungkin saat kalian mendengar nama ini, terbayang tentang telat, bolos, urusan absen, agak “geje”, aneh, ganteng *ngarep.go.id (hahahaha). Septian, yang agak kurang nyambung mengenai acara ke HIMAGIZI-an, Septian, yang selama ini belum apal semua temen-temen (khususnya putri GM yang jilbaban *buat pengakuan dosa), Septian, yang selama ini hanya mengotori absen full kelas GM 46, banyak lah…

Terimakasih, udah mau becandaan sama Septian, makasih udah mau menerima Septian, terimakasih udah mau minjemin Septian pulpen, terimakasih udah baca ni tulisan yang juga “geje”, Bagi Septian becandaan temen-temen, sangat berarti.

Teman, kembangkan lah mimpi kalian, kita akan bertemu nanti, di hijau lapangan relitas pengharapan, dengan menggenggam mimpi kalian masing-masing.

*Septian pengen punya panti asuhan namanya Harapan Bangsa Foundation, perusahaan pangan tradisional namanya Nusantara Food, perusahaan pangan Darurat koalisi dengan BNPB yang namanya Zeagra Food, dan direktur IHFO (International Halal Food Organization), dan punya anak 5, Istri 1 aja lah, dan banyak mimpi-mimpi lain.

Amin...

Apa mimpi kalian?

Sabtu, 07 Mei 2011 Leave a comment

Nusantara Food

Hari ini luar biasa, banyak ketemu orang yang menginpirasi! Seperti Steven Gerrard!

Aku sudah menikah! itulah yang menjadi pembicaraan akhir-akhir ini di diri sendiri. Sudah kufokuskan aku menikah (dahulu) saat ini dengan 3 "hal", Nusantara Food, International Halal Food Organization dan Emergency Food.

Cerita yang Nusantara Food dulu yak (udah 3 bulan terakhir aku ngomong pake gaya Depok-Bekasi, pake gaya betawi Gan!),

Nusantara Food, intinya ini adalah sebuah perusahaan, bergerak dalam pengembangan pangan tradisional. Ndak ada maksud lain selain untuk menjadikan pangan Indonesia melegenda di dunia. Sudah tidak dapat diragukan terkait kualitas dan kuantitas pangan Indonesia yang luar biasa. Tercatat ada 1340 ragam pangan Indonesia. Tentunya masih banyak yang belum masuk ke database eksplorasi.

Rujak Juhi

Berangkat dari pengalaman lagu "rasa sayange", "angklung" dan banyak hal lain, maka mengurusi pangan sendiri merupkan sebuah upaya konkret utama untuk menjadikan anak cucu kita masih bisa menikmatinya. Belum lagi potensi fungsional dari pangan tradisional. Luar biasa bagi yang menyadarinya.

Konkretnya dalam tahap awal, aku pengen nulis buku (Amin ya Allah...), emmm... judulnya kira-kira Ensiklopedia Gizi Pangan Darurat, membahas pangan darurat ndak hanya terbatas pada menunya tapi juga aspek gizi dan fungsionalitasnya. Selanjutnya, akan lebih mudah untuk masuk ke franchise pangan tradisional Indonesia di kawasan wisata. Ndak menutup kemungkinan akan masuk ke dunia Internasional.

Aku ndak pengen kalau anak, cucu, kita "cuma" bisa mendengar kelezatan pangan tradisional hanya cerintanya doang,

Sekarang saatnya bekerja! untuk Pangan Indonesia!

Minggu, 01 Mei 2011 Leave a comment

« Postingan Lama Postingan Lebih Baru »

Arsip Blog