Seberat apapun beban, dunia tetap
akan tetap berputar. Elektrik. Otomatis. Life
must go on :D.
Sayangnya kadang idup ini ndak
bercabang kayak gang di depan asrama. Hidup hanya menyisakan satu opsi untuk
diambil, mau ndak mau harus diambil. Opsi lain hanya berlaku bagi individu
lain. Opsi yang tersedia bagi tiap-tiap orang berbeda. Tergantung spesifikasi
masing-masing.
Apakah ini ndak adil?
Kalau bilang ini adil, rasanya
ini hanya berlaku pada lingkungan homogen. Lingkungan yang memiliki opsi.
Memiliki banyak cara untuk menikmati susu asam dan pizza. Sementara lingkungan lain, yang terbiasa dengan bengkuang
sama sekali ndak berusaha mengatakan
itu. Susah.
Ternyata hampir 21 tahun idup
belum membuat diri ini sebagai pengambil keputusan yang baik. Masih sering
bimbang. Galau. Masih sering bengong malem-malem sambel dengerin lagu-lagu
mellow menyayat hati. T.T
Kalo lagi naik bis, dengan
kantong tipis, sering mikir gini, “hidup jahat yak, di satu bagian manusia, ada
yang Cuma punya sedikit pilihan, bahkan hanya 1 pilihan, menyakitkan pula, tapi
di sisi lain banyak manusia yang punya banyak pilihan, semuanya menyenangkan
pulan”.
Itu kalau lagi pesimis.
Tapi dipikir-pikir ndak juga kok,
Mentari pagi tetep ngubah Pro-Vitamin
D jadi Vitamin D siap pakai, di badan dan tulang semua orang, ndak pilih-pilih,
mau dia punya banyak pilihan menyenangkan atau sedikit pilihan menyakitkan.
Posting Komentar