Inikah Profil Seorang Manusia Terdidik (Mahasiswa) xxxxxxx ?

xxxxxxx : individu atau sekelompok orang (terutama anggota politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, perempuan) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan di organisasinya. (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002)

Hujan deras malam ini (puitis banget euuy) membuatku sedikit mengulur waktu untuk pulang ke asrama. Kulihat mbak Ririn, seniorku yang paling murah hati karena sering neraktir (sebenarnya yang lain juga iya), kebingungan dan berkali-kali menekan tuts hp-mungkin untuk meminta bantuan lewat fasilitas motorola SOS message kepada teman-temannya untuk bersedia membawakan ia payung agar tidak basah kuyup dan tambah batuk akibat deraan air hujan.

BE 4566 FR, yes aku selamat (pake gaya mbak Tiko). Kuingat betul plat motor ini, motor yang pernah membuat pantatku kepanasan karen selam 4 jam nonstop duduk di atasnya saat mudik lebaran ke Lampung, motor kak Ari (kak Ari orangnya lebih ganteng ketimbang kak Al). Pikiranku cerdik, ketimbang pulang dengan keadaan basah kuyup dan kemungkinan besar sampai asrama nanti asmaku kambuh (dan dibawa pake ambulan yang malah orang yang bawa ketawa-ketawa- parah banget), ku memilih masuk ke SC-Student Center kembali. Duduk di kursi merah melengkung, elegan, hangat dan nyaman.

Pucuk dicinta ulam pun tiba (saah satu peribahasa yang aku gak ngerti makna denotatifnya) , kak Ari datang dari belakang menepuk punggungku (anak UKM karate beda cara nepuk punggungnya pake gaya “sutoke”) plus bonus tawaran gorengan. Asik. Sembari makan gorengan-walau agak kecewa :-( karena gorengannya udah dingin-ngobrol- ngobrol sama kak Ari. Bla-bla-bla.

"Kak saya pulang yah"-ujarku dengan harapan (sangat berharap) beliau berkata "bareng kakak aja yan naik motor". Oh tidak, strategi saya gagal (muka ku kayak mbak Tiko yang kebingungan karena gak tau dodol ZEYA (ASIK…..) itu dibuatnya pake tepung jagung apa tegung maizena) beliau tidak berkata itu, tapi "ya udah, ati-ati yan" sembari memindah posisi duduknya ke samping seorang yang memiliki gaya rambut belah tengah klimis. Agaknya mereka ngobrol masalah serius: mungkin kak Ari curhat bahwa beliau gak pede punya rambut belah tengah seperti ketua-ketua BE*M (hayo….Ini huruf apa yang digantiin sama tanda bintang?-Aduh. .. pizzz kakak-kakak, yah pizzzz).

Ya sudah aku keluar, walah prikituiw….(ekspresi kaget), tanpa ada sedikitpun getaran pita suara di leherku, aku teriak "sendal jepit saya ilang" padahal itu sendal jepit yang spesifikasinya:

Merk Swallow Tipe E 63 (emangnya nokia tipe bisnis)

Kiri warnanya biru

Kanan warnanya ijo

Ada irisan pisau dipermukaan keduanya yang membentuk huruf "T" artinya terlarang.

Dipastikan ukuran sendal kanan dan kirinya tidak sama karena sandal kanan ukurannya 10,5 dan sandal kiri ukurannya 9,5.

Langsung di kepalaku timbul gelembung imajinasi mengerikan: harus pulang basah kuyup, laptop basah kena air, bibir gemeretak, tangan kerut-kerut, sekaligus nyeker dan yang paling mengerikan susah napas (kata dokternya bukan asma). Ya sudah, menurut Syahroni (2009)nikmati aja.

Setau ku yang masuk SC hanya mahasiswa atau bisa dispesifikkan lagi mahasiswa aktivis (atau malah yang cuma mau Fb an). Mahasiswa kan, orang yang udah belajar PPKn/PKn/PPKI (wah….ini mah acara www.forcesipb. org malahan kata kak tunggul PPKI itu panitia sembilan-hayoo pada masih inget gak?) /PMP selama 6 tahun di SD, 3 tahun di SMP, 3 Tahun di SMA dan 6 bulan TPB (Tingkat Para Brondong) plus 6 bulan lagi di TPT (Tingkat Para Tetua-kalo PKn-nya ngulang karena dapet D/E). Tapi kok masih merasa nyaman yah pake barang punya orang lain tanpa izin, jelek lagi barangnya. Hehe…


Septian Suhandono
Anak Asuh Panti Asuhan Harapan Bangsa
Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor
Punya Cita-cita Jadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak-anak
Jika BE*M Seluruh Indonesia oposisi pemerintah, maka saya oposisi BE*M Seluruh Indonesia

Selasa, 11 Mei 2010 Leave a comment

Dra. Sulasmi, Saya FANS Beratmu...

Beuhh, bangganya...

Dra. Sulasmi namanya, lulusan sastra bahasa Indonesia Universitas Diponegoro tahunnya saya lupa sekitar 80an, keren banget kan?. Pertama kali tahu bahwa beliau seorang sarjana sastra Indonesia : gak nyangka, karena :

yang ke 1. Beliau gak pernah ceramah/retorika/implementasi tentang ilmu yang beliau peroleh dalam kesehariannya beliau karena : ternyata sekarang beliau menjadi penjahit-jangan ganti "i" menjadi "a" loh- haha. (Salah satu lulusan sarjana yang tidak konsisten dalam bidangnya hiks...). Bahkan orang se desa beliau tidak ada yang tahu bahwa beliau seorang Sarjanawati kecuali 3 anak didik spesialnya

dan yang ke 2. Tak seorangpun dari 3 anak didik spesialnya yang berjiwa sastra Indonesia kecuali 1 petuah beliau yang saya sangat ingat "jangan sms pake singkatan-singkatan gak jelas", tapi beliau berhasil membuat 3 anak didik spesialnya berjiwa "kehidupan".

Beliau berhasil membuat anak didik spesialnya yang tahan bertahun-tahun (tepatnya 9 tahun) tidak tidur di rumah barang semalam dan selama waktu itu si anak didik juga sanggup untuk mencuci dan menyetrika baju sendiri, juga berhasil membuat anak didiknya tidak gelisah ketika mendapat nilai rendah, "nikmati aja, itu penting" begitu ujar beliau (tanpa tau ekspresi muka beliau) dan yang paling cemerlang beliau berhasil membuat anak didiknya untuk memiliki rasa cinta kepada tanah air Indonesia kata beliau "hasil rapat para wakil rakyat ini yang dibukukan kalau disusun bukunya bisa sampe bulan loh" gimana gak hebat coba? suatu saat kita ; Indonesia membuat rekor baru sebagai buku pertama yang nyampe di bulan. Keren.

Beliau berhasil membuat anak didik kedua beliau mempunyai rasa percaya diri tinggi. Berada di sekeliling manusia-manusia beruntung si sebuah sekolah bonafit ternyata tidak membuat anak didik ini minder atau bahkan merasa kekurangan. pernah saya dengar beliau pernah berkata "Reka, jangan sampe kamu gak ngerti komputer, itu penting" walaupun sampe sekarang si anak didik belum punya komputer.

Lain lagi dengan anak didik spesial ketiga yang berhasil beliau buat selalu tersenyum dan bercanda dalam setiap situasi dan keadaan. (cukup)

Puncak kekaguman saya pada beliau adalah pada saat beliau dengan mengabdikan diri menjadi ketua-kalo di Forces direktur-FPC LS tanpa gaji. FPC LS itu bukan klub sepak bola, tapi singkatan dari Forum Penyandang Cacat Lampung Selatan. Forum ini berusaha menjadikan penyandang cacat menjadi produktif semisal menjahit, menyulam, salon, banyak lah, karena menurut (Sulasmi 2010) di Lampung Selatan penyandang cacat mencapai 5,4 % dari total penduduk yang ada dan itu harus diberdayakan.

Dra. Sulasmi aku fans terberatmu...

Septian Suhandono
Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor
Anak Asuh Panti Asuhan Harapan Bangsa

Rabu, 05 Mei 2010 Leave a comment

« Postingan Lama Postingan Lebih Baru »

Arsip Blog