Menjadi Besar


Menjadi besar bukan hanya karena memilki CV panjang dan berderet-derat dengan banyak angka 1 disana. CV seperti ini terlalu berat saat akan dikirim lewat surel, ndak ringkes kalau mau ngirim CV buru-buru ke portal beasiswa. Selain itu, kalo di print kata temenku CV ini ndak ramah lingkungan, karena butuh kertas sampe 1/2 rim buat nge-print-nya

Menjadi besar bukan hanya karena memiliki transkrip memiliki banyak sisi tajam huruf A. Transkrip seperti ini kurang halus karena ndak ada lengkung huruf B, C bahkan D. Transkrip seperti ini menusuk mata lwat ujung-ujung sudut huruf A yang ndak banget lah!.

Menjadi besar bukan hanya karena telah menyelesaikan pembagian sembako di sebuah kegiatan sosial. Yang ramai, yang banyak kamera disana, yang nanti reportasenya dimasukan di Sindo, Republika bahkan TV One. Ngeksis euy :).

Menjadi besar bukan hanya karena telah menjadi presma yang punya banyak bawahan. Yang harus punya BB dengan aplikasi office. Yang harus nyisi rambutnya dengan gaya belah tengah. Yang (sepertinya) banyak memikirkan masalah-masalah negara.

Menjadi besar bukan hanya karena termasuk dalam lingkaran orang-orang hebat berambisi tinggi. Diri ikut terlarut dalam cuaca yang panas dan menyengat. Apalagi cuma pengen dapat jodoh yang satu maqom. Menerikakkan kata-kata semangat membela, eh, tapi sebenarnya siapa sih yang dibela? rakyat? kepentingan? atau partai politik? Ups!

Tetapi menjadi besar agaknya adalah menjadi seperti Faiz, yang selalu mencoba membalikkan shuttle cock pukulan lawan. Mencoba mematikan lawan kemabali. Dapat dikembalikan kembali? coba lagi!. Dikembalikan lagi? coba lagi!.

Dikembalikan lagi? coba lagi!. 

Sabtu, 28 April 2012 1 Comment

Koloid

Untuk mu yang jauh di sana, 

Ndak ada secarik kata yang sanggup nggambar tentang dirimu di kanvas ku, bukan, bukan, bukan karena kamu yang ndak ingin digambar, bukan juga karena aku ndak pengen nggambar dirimu, bukan karena ndak terfasilitasi untuk menggambar, bukan karena cuaca, pH, kelembapan dan Aw yang ndak mendukung proses penggambaran dirimu, tapi karena aku memang ndak tau apa yang harus kugambar. 

Bahkan untuk memulai menitikkan garis awal gambar, aku sudah takut, aku takut salah. 

Untuk  mu yang aku rindukan, 

Udah lama lebaran kita ndak bareng, udah lama kita ndak mbaca buku-buku nuklir bareng, udah lama kita ndak mbersihin jendela bareng-bareng, udah lama ndak bareng-bareng pergi ke tarahan buat beli duren, bahkan aku lupa terakhir kapan yak?. Eh, pernah ndak yak?. Lupa, tanpa bermaksud melupakan. 

Tadinya, aku ingin dirimu datang (lagi), aku ingin menumpahkan semuanya pada mu, menopang semuanya berdua, ingin membagi hutang-hutang ini menjadi berdua. 

Tapi sekarang kok aku udah sok-sokan yak? Aku ngerasa udah gede gitu. Ngerasa PD aja untuk ngadepin semuanya.

Allah akan menempatkan dirimu di tempat terbaik. 

Ayah, ini anakmu, Septian Suhandono, udah punya blog, udah gede! :D

Senin, 09 April 2012 1 Comment

:D


Tentang gagang gelas yang patah, tentang yang biasa-biasa aja.

Jarang ada yang serius antara kita. BBM, kisruh PSSI, partai, dakwah, matematika, tugas, kuliah adalah hal yang ndak terpetakan diantara 2 otak gila kita. Sisi antara kita dipenuhi canda dan tawa, (kadang) garing memang. Puncak kelucuan adalah menghina sisi habit kader-kader suatu partai politik, partai mu kan?.

Tapi parah dah, selera humormu memang rendah, di‘geol’ dikit aja udah ketawa.

Aku dan (mungkin) di bukan orang melankolis, lihatlah aku menggunakan kata mungkin, tanda bahwa kita memang belum mengenal dekat.

Tapi kayak tas Dancow kuning di depan ku, ini menarik, aku ingin menulis, mengubungkan udara dan hujan yang membedakan ruangmu dan ruangku. Aku ingin menulis sebagai ganti kata ‘akh’ dan ‘tafadhol’ yang setiap malam melerai tawa kita, untuk malam ini aku ingin mengganti.

Aku? Bukan orang dekat, walau kadang kita tidur terlalu dekat (aih!). Bahkan aku ndak hapal tanggal lahirmu, begitu juga kau kan?. Yang aku tahu, sekertarismu di BOS namanya Cici!. Huehehe.

Aih, kau yang kamarnya di depan kamarku, yang ketawanya selalu dimulai dengan kata Anjiiiiir, yang laptopnya touchpad nya susah digerakin, yang punya BB baru, yang sering ketemu di SC, yang sering mbagi makanan.

Malam ini, 
disela menunggu Barcelona vs Milan, 
di asrama yang belum jadi, 

ndak ada dirimu kak :D

Rabu, 04 April 2012 Leave a comment

« Postingan Lama Postingan Lebih Baru »

Arsip Blog