Little Heart: Aku (Ingin) Menjadi Penjual Susu (Itu)
Kamis, 25 Februari 2010 Leave a comment
Lagu Kangen Band: Antara Romantis dan Nasionalis (Tapi Saya Bukan Penggemar Kangen Band Loh)
Tulisan ini dibuat, berawal dari kunjungan ke kost salah seorang teman. Di kamarnya, ia sedang mendengarkan lagu kangen band yang berjudul juminten. Dia menunjukkan padaku bahwa lagu tersebut unik. Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, saya coba cermati dimana letak keunikan lagu tersebut.
Berikut ini lirik lagunya:
gong ning nong ning nong ning gong [4x]
* juminten kuliah di washington
kalau malem main ke Las Vegas
juminten ayu mempesona
sampai ngelewatin christina aguilera
** juminten hurry up and come back
jangan lama-lama ya di amerika
ku tunggu kau sekian lama
sampai ku tanya sama kepala desa
reff:
cepat-cepatlah pulang ke indonesia
ku sudah nggak tahan ingin jumpa
cepat-cepatlah pulang ke indonesia
indonesia raya merdeka
sekali merdeka tetap merdeka
sekali merdeka tetap merdeka
repeat *, **
repeat reff [3x]
sekali merdeka tetap merdeka
sekali merdeka tetap merdeka
gong ning nong ning nong ning gong [2x]
juminten, juminten
Sekilas saya baca syairnya, lagu tersebut mengisahkan seorang laki-laki yang tinggal di Indonesia merindukan wanita idamannya yang saat itu tengah berada di Amerika. Laki-laki tersebut ingin sekali wanita idamanya kembali pulang ke Indonesia, karena sudah rindu.
Kangen Band, hampir sama dengan band-band baru lain yang membawa jenis musik melayu dan dengan syair-syair yang lugu dan sederhana. Syair tersebut mudah dipahami dan musiknya pun membuat orang yang mendengarkannya tergoda untuk mengikuti alunan nada-nadanya. Makanya tidak heran jika kangen band, wali band, dan ST 12 begitu digandrungi anak muda Indonesia saat ini. Mereka nampaknya ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa lagu itu tidak harus unik dan syairnya puitis, tetapi bagaimana lagu tersebut bisa menginfluence para pendengarnya.
Kembali lagi ke lagu Kangen Band. Lagu yang berjudul Juminten tersebut unik dan aneh. Mengapa? Pada syair reff , disana ada dua semangat yang ditunjukkan. Pada bait pertama dari reff tersebut, menunjukkan keromantisan. Tetapi pada bait kedua, menunjukkan semangat nasionalisme.
Sejenak saya berpikir, apa hubungannya antara keromantisan mereka dengan semangat nasionalisme? Apa ndak ada kata-kata lain untuk hanya menunjukkan keromantisannya? Ataukah justru disitulah motivasi mereka, yaitu ingin membuat sesuatu yang unik.
Apa mungkin kesimpulannya, “Romantis boleh, cinta-cintaan boleh, sayang-sayangan boleh, asalkan semangat nasionalisme tetap ada.” Ah, semoga saja seperti itulah kesimpulan yang ada pada lagu juminten tersebut. Betapa banyak anak muda yang dibuat mabuk dengan suasana cinta, suasana pacaran, sampai-sampai mereka hedon dan melupakan semangat nasionalisme.
Selasa, 23 Februari 2010 Leave a comment
Septian Suhandono
Senin, 22 Februari 2010 Leave a comment
Khayalan, Indikasi Kenyataan
Minggu, 21 Februari 2010 1 Comment
Blog Juga Pahlawan Bangsa (Mungkin)
15.03
Wow... dah lama (hampir 2/3 usia kandungan) gak nulis namanya ngeblog. Terakhir ngeblog pake ohlog.com tapi eh...malah lupa password nya apa. Tapi gak papa sekarang dengan niat yang menggebu saya coba untuk ngeblog (lagi).
Entah, saya juga gak terlalu yakin dengan blog yang ini. Mungkin nasibnya akan sama dengan blog saya lainnya, atau mungkin lebih parah seperti friendster saya yang sedikit norak dengan gambar artis Thailand di backgroundnya. Dapat dilihat, dengan nasib semua site saya yang demikian maka dapat dipastikan: saya gak punya motivasi khusus dalam ngeblog. Satu yang selama ini menjadi dasar pijakan saya untuk terus menengadah ke atas, lebih spesifik lagi untuk sedikit mengerti tentang internet "walau miskin yan, kamu jangan kalah sama orang kaya".
Tadi waktu mulai ngeblog, sempet terkejut mengetahui kode verifikasi dikirim ke hp keren... (karena di email gak dateng-dateng). Andaikan saya punya sistemnya, bisa pake buat jadi provokator biar semua orang, jadi suporter Bayern Munchen dan Persilas (Persatuan Sepak Bola Indonesia Lamung Selatan).
Ternyata ngeblog juga merupakan pahlawan bangsa. Dengan makin banyak bangsa Indonesia yang ngeblog maka akan kelihatan lah "eksisnya" orang Indonesia di lingkup global dunia maya. agak miris memang ternyata pengguna fasilitas Internet di Indonesia hanya sekitar 3% dari seluruh jumlah penduduk di Indonesia. Ini pun kebanyakan "ngenet" hanya untuk facebooking. Miris. Dengan makin eksisnya blogger nasional di kancah dunia maya maka jalan untuk keluar dari kungkungan tempurung peradaban akan semakin terkuak. Tentunya dengan tetap mengindahkan nilai-nilai agama dan sosial.
Selain itu, ngeblog ternyata juga dapat menghemat kertas. Dengan menggunakan blog sebagai media penulisannya maka seorang penulis tak kan lagi menulis dengan pena tinta yang berat dan lembaran kertas yang kuning klasik. Tentunya ini akan disambut dengan teriakan membahama dari jajaran departemen Konservasi Sumber Daya Hutan (KSHE) yang menginginkan keperawanan hutan dengan pohon-pohonnya yang merupakan bahan dasar kertas, tetap terjaga.
Ada lagi, bahkan yang paling penting. Blog merupakan sarana untuk transfer informasi. Dengan blog maka informasi dengan cepat akan terdifusi ke berbagai macam penjuru dunia.
Oke, keep blogging dan jadilah pahlawan bangsa (pasti)...
15.23
Sabtu, 20 Februari 2010 Leave a comment