Opsi


Seberat apapun beban, dunia tetap akan tetap berputar. Elektrik. Otomatis. Life must go on :D.

Sayangnya kadang idup ini ndak bercabang kayak gang di depan asrama. Hidup hanya menyisakan satu opsi untuk diambil, mau ndak mau harus diambil. Opsi lain hanya berlaku bagi individu lain. Opsi yang tersedia bagi tiap-tiap orang berbeda. Tergantung spesifikasi masing-masing.
Apakah ini ndak adil?

Kalau bilang ini adil, rasanya ini hanya berlaku pada lingkungan homogen. Lingkungan yang memiliki opsi. Memiliki banyak cara untuk menikmati susu asam dan pizza. Sementara lingkungan lain, yang terbiasa dengan bengkuang sama sekali ndak  berusaha mengatakan itu. Susah.

Ternyata hampir 21 tahun idup belum membuat diri ini sebagai pengambil keputusan yang baik. Masih sering bimbang. Galau. Masih sering bengong malem-malem sambel dengerin lagu-lagu mellow menyayat hati. T.T

Kalo lagi naik bis, dengan kantong tipis, sering mikir gini, “hidup jahat yak, di satu bagian manusia, ada yang Cuma punya sedikit pilihan, bahkan hanya 1 pilihan, menyakitkan pula, tapi di sisi lain banyak manusia yang punya banyak pilihan, semuanya menyenangkan pulan”.

Itu kalau lagi pesimis.

Tapi dipikir-pikir ndak juga kok,

Mentari pagi tetep ngubah Pro-Vitamin D jadi Vitamin D siap pakai, di badan dan tulang semua orang, ndak pilih-pilih, mau dia punya banyak pilihan menyenangkan atau sedikit pilihan menyakitkan.


Selasa, 29 Mei 2012 Leave a comment

Somay Freddy

Sepulang ngelesin Kimia Mizan tadi, pulang, iseng-iseng mampir Gramedia Botani Square. (Kayak biasa) Mau baca-baca majalah gratis yang udang dibuka segelnya :p. Kadang-kadang ada beberapa majalah politik yang udah (entah 'di' atau 'ke')-buka segelnya. 

Karena ndak bawa STNK, motor kuputuskan untuk kuparkir di luar. Di bagian parkiran ilegal, di depan deretan warteg Baranangsiang. Deret-deret miring motor berbaris rapi di tambah 1 motor yang aku pake. Sip, rapi, ringkas dan bagus!. 

Mau masuk ke bagian kompleks Botany, rada tertegun. Bentar. 

Ada cekikikan mbak-mbak pake seragam. Seragamnya khas, ada emblem salah satu logo Department Store warnya kuning genteng, dengan rok biru mini yang ndak gampang kusut. Ujung kaki sampe batas roknya pake stoking item. *sampe sekarang aku menanyakan ini stoking emang fungsinya apa yah?*. Bajunya ketat, sampe kalau aku emang boleh liatin lebih seksama lagi, aku bisa nebak lingkar pinggangnya.  

Sepatunya item kelimis dengan ujung hak sepatu yang udah agak kotor karena keluar dari arena 'lantai mewah' Botani Square, turun menjejak ke tanah becek parkiran depan warteg. Mengelilingi sepeda yang belakangya ada 2 boks kembar. Cet merah yang lekat di atas bok itu menginformasikan "SOMAY FREDDY". Mbak-mbak ini lagi beli Somay.

Dari tampang, masih pada muda, sekitaran umur lulusan SMA. Umur-umur aku lah. Mengisi waktu antara lulus SMA sampai menikah ketimbang nge-rempongin orang tua, membanting tulang di antara barang-barang mahal Botani Square. 

Gaji yang ndak seberapa *jika mengacu pada UMR dan kebutuhan hidup kota besar kayak Bogor, membuat mereka ndak punya pilihan lain selain makan makanan yang ndak jauh beda sama makanan mahasiswa tukang ojek atau becak. Somay-somay di dalem food court Botani, yang rasanya sama aja kayak yang diluar, yang sama-sama buat ngganjel perut, jelas bukan barang sepadan yang kudu ditukarkan sama beberapa lembar rupiah warna merah. 

SOMAY FREDDY adalah sebuah solusi untuk meminimalisir pengeluaran. Sisa gaji yang utama!. Sisa gaji yang (sebagian) dikirimkan ke orang tua di kampung merupakan sebuah pesan kesuksesan penuh makna tanpa banyak kata seorang anak rantau. Hingga menerbitkan senyuman-senyuman indah pada orang tua di rumah. Sebagian lainnya ditabung, modal mudik lebaran. 

Yang aku tau, seorang penjaga atau kasir diharuskan untuk ndak duduk selama bekerja. Pernah aku masuk ke bagian belakang sebuah toko buku terkenal, banyak pegawai-nya nggeletak sampe selonjoran. Ada juga yang kakinya diatas. Ndak banyak kata atau senyum yang terlontar kayak waktu mereka lagi di belakng komputer kasir, karena emang pada lagi merem. Tidur. Tiap detik istirahat begitu berharga.


#eh

Sekarang mbak-mbak itu masuk ke salah satu warteg cet ijo. 

Dirimu pahlawan mbak, paling ndak buat orang-orang tuamu, malu aku T.T

Minggu, 27 Mei 2012 Leave a comment

Kesing HP

Semuanya bergerak elektrik, sama seperti pencitraan pejabat. Semua pejabat, pejabat negara, pejabat kampus, pejabat desa *eh, emang di desa ada pejabat yak? | butuh pencitraan, bukan maksudku untuk turut pragmatis sih, tapi pencitraan itu emang perlu, perlu banget buat jaman sekararng. 

Konsepsi awal tertang pencitraan adalah buruk, seburuk melempar kulit manggis yang kata Sonia punya Antioksidan (temenku di GM 46) bukan pada keranjang sampah. Hanya melempar saja, menuju kerangjang sampah namun tidak sampai ke keranjang, hanya mengenai dinding nya doang, melesat sampai keluar dalam batas wajar. Eh kok melesatnya ke pinto tol. 

Tapi ndak bisa dipungkiri, pencitraan akan membawa seseorang ke dalam kursi absolusitas, kursi yang memiliki kewenangan tinggi untuk memerintah dan mengkomando. Sama halnya dalam sebuah kepemimpinan yang mewarnai dunia, hanya akan ada satu warna di dunia itu. Kepemimpinan klorofil, maka klorofil lah warna dunia itu. Hijau, kayak warna identik PPP, PKB dan PBR. Kalo PKS itu kuning-item-putih, masalah warna PKS aku juga ndak tau mana yang dominan, apakah kuning? hitam atau putih?. Yang jelas, banyak kader PKS (*eh emang beda yah orang tarbiyah sama kader PKS? mungkin cuma beda intonasi) yang suka sama Badminton. Pembina organisasiku juga suka Badminton. 

Semuanya ngacak. Termasuk juga mungkin motivasi orang-orang yang berkumpul di LSI. Lingkaran Soleh-Solehwati.

--- life is never flat :) ---

Selasa, 08 Mei 2012 Leave a comment

Kader Gocan!

Bener-bener ketawa dah waktu bang Bachtiar kalo misalnya di kampus ini banyak banget kader GOCAN!. Kata bang Awal kata gocan mengacu pada apa yah, kira-kira orang yang geratil, ndak bisa diem, anget kayak tai ayam. 

Tapi belum tau juga sebenernya apa yak makna komprehensif dari kader gocan. Juga belum bisa dilihat indikator-indikator yang mana kader yang disebut gocan yang mana yang bukan gocan. Huehehehe, keren yak!. 

Yang aku tangkep dari bang Bachtiar adalah kader gocan ini kader yang negatif, atau sedikit negatif lah. Kader yang menjadi lilin yang membakar ujung-ujung buku yang udah mulai cokelat dan menua. Kader-kader ini seperti tutup botol minum yang tidak tertutup rapat, yang menyebabkan masuknya berbagai macam mikroba yang nyebabin foodborn desease. 

Kader-kader begini yang membuat langkah jamaah ndak padu. Hanya menyebabkan keyboard cepet rusak. Hanya lah membuat semua lagu terdengar ndak merdu. 

Ah, aku :)

Leave a comment

Jadi inget waktu SMA.


Waktu SMA, masih seneng buat ngadem di ATM BRI, kalo suhu pesisir Kalianda suhunya udah mendekati suhu pasteurisasi susu. Sekarang mah kalo ngadem udah di bisa perpus GM, eh malah sering ketiduran di perpus GM, sampe dibangunin sama mas-masnya. Mbanguninnya *sambil tanganku di tepuk-tepuk ‘pak-pak bangun’ *terkejap!.

Ternyata tidur bisa buat kita jadi bapak-bapak T.T.

Waktu SMA, waktu sering benget sholat dzuhur lebih dari jam 1. Karena males banget buat ngantri. Buanyak banget yang mau sholat dzuhur. Apalagi pas udah deket-deket UAN, jangan kan duzuhur, isya pun masih ada yang jama’ah,

Sambil digigitin nyamuk mushola SMA yang terkenal GANAS T.T

Waktu SMA, aku hampir ndak pernah telat masuk kuliah eh sekolah, khususnya jam pertama. Mobil antar jemput panti asuhan adalah mobil pertama yang bergerak di kota (kecil) Kalianda. Berasa berlebihan, tapi bener loh  saking sepinya kota Kalianda mobil yang bergerak di jalanan sebelum jam 6 bisa dihitung dengan jari tangan!.

Tapi kadang-kadang rame, pas jalan sehat tentunya :D
*eh katanya kemaren sempet rame yak gara-gara patung di depan Masjid Agung?

Sedikit ndak setuju sama iklan rokok, kadang-kadang kompromi untuk laki-laki itu boleh. Apalagi tentang tujuan hidup. Dulu waktu SMA pengen banget jadi orang teknik, yang berkutat di mesin-mesin yang dulu keliatan canggih dan bersih dari oli. Sekarang *berhubung kuliah di Gizi, orientasi berubah, ke orang yang berkutat di dapur, daftar komposisi bahan makanan dan MASAK!. Tapi, makin lama makin cinta juga sama Gizi. Sama pangan, sama dapur, sama DBMP. :D

Kayaknya baru kemaren dapet seragam baru SMA, SMA Negeri 1 Kalianda, eh sekarang udah mulai berpikir tentang baju wisuda.

Kayaknya baru kemaren dapet BAB Kimia Reduksi-Oksidasi yang bisa buat dahi berkenyit, eh sekarang jadwal udah semakin kosong, SKS yang tersisa udah semakin dikit dan menipis. Bentar lagi abis.

Kayaknya baru kemaren dihukum pak Is, ulangan sama pak Encep, belajar sama bu Dewi, ujian praktikum sama bu Eko, eh sekarang udah ndak. Udah ndak ada hukuman langsung, apalagi di strap di bawah bendera lapangan SMA, atau lari, kalo ndak  ngerjain PR.

Kayaknya baru kemaren nyusun karya tulis buat kelulusan SMA, eh, sekarang udah mau  nyusun skripsi yang 6 SKS.

Guys, hidup akan berlanjut pada masa-masa yang semaki buram. Akan bergesekan antara realita dan kenyataan. Akan sangat diperlukan pemompa semangat dan berjuta-juta maaf dari orang-orang sekitar.

Selamat Hari Pendidikan, teruskan berjuang, mohon maaf lahir dan bathin J



Rabu, 02 Mei 2012 Leave a comment

« Postingan Lama Postingan Lebih Baru »

Arsip Blog