Dasprak

Mati (mengatakannya seperti hanya menerima napas terakhir, bukan seperti stand up comedy-nya Raditya dika), aku kerap lupa dengan kata ini. Eh, bukan 'kerap', malah 'sering'. Yah, aku sering lupa dengan mati. 

Aksesoris dunia yang memenuhi sudut-sudut ruangan hidup, kayak sekret FORCES yang sesak, sehingga tak lagi dapat membedakan mana yang benar-benar untun pemenuhan kebutuhan, atau hanya pemenuhan kepuasan.  

Aih, jadi inget kuliah Ekoman, inget manusia yang rakus. Temen-temen kelas dan (sepertinya) dosen juga memaki (dengan bahasa yang ilmiah dan halus) manusia-manusia rakus tersebut. Mantepnya tidak dengan sumpah serapah. 

Tapi akhirnya setelah pagi tadi, aku sadar, mereka memaki aku. Ternyata aku termasuk salah satu manusia rakus. Atau satu-satunya manusia paling rakus? 

Ndak perlu lah me-list apa aja yang bisa jadi indikator aku rakus. Seperti mengusap tinta hitam aja, di muka yang udah hitam ini. Seperti menumpahkan air hujan yang terkontaminasi Sulfur Oksida, yang meluluhlantakkkan berbagai macam kebanggaan pada diri ini. 

Keinget lagi sms dari mamah, beberapa bulan lalu. 

"Ya Allah, jadikan hambamu ini, hamba yang tidak terlalu banyak memikirkan diri sendiri'

Ah, mamah, semakin ndak ragu dah kalau aku ini anak kandungmu, dirimu emang paling tau. *ceileh.

Syahrul Isnaini, Allah akan menempatnya dirimu di tempat terbaik. Amin

Minggu, 25 Maret 2012 Leave a comment

Berdua

Diantara gemerlapnya dunia bulu tangkis Indonesia, setelah All England, Swiss Open, walau hanya Tontowi dan Liliyana, ditambah keperkasaan Rio Haryanto di ajang GP2.

Diantara merebaknya aroma sibuk tugas, ASPK (ini apah?), kepentingan yang berdesak-desak dan menyeruak (terkadang) membakar perasaan diri, ditambah dengan leptop yang terdeteksi bahwa OS nya ndak original.

Diantara kerak-kerak PilGub Jakarta yang mulai saling-serang, mulai menggeliat dan menimbulkan banyak tanda tanya dan pertanyaan, sepragmatis ini kah (kehidupan) politik ini. Aih.

Diantara pak Menteri BUMN yang 'marah'-banyak media yang ndak memberikan tanda kutip di kata ini, aku pake ah, marah-marah karena gerbang tol Semanggi yang petugasnya ndak ada. Telat. Paling juga bentar lagi keluar dan muncul foto+nama petugas yang dateng telat di homepage Yahoo!.

Diantara panasnya ruang kelas si SIL waktu kuliah siang hari dan bersihnya ruang kelas IKK sepanjang hari.

Diantara harga minyak yang mulai di atas 100 dolar perbarel, membuat pemerintah mengurangi subsidi BBM, menyebabkan harga BBM naik. 

Dalam sebuah sistem berdua lebih baik. *melantun lagu Acha, Berdua Lebih Baik. Aih.

Hanya ada aku dan kalian. Yah, bukan kamu tetapi kalian. Karena kamu ataupun dia ndak dapat mewakili kalian. Karena ndak ada mereka diantara kita. Kita yang tahu diri kita. Kita yang tahu berapa derajat keikhlasan di hati kita.

Yah, berdua lebih baik. Berdua, aku dan kalian, tanpa mereka.

Rabu, 21 Maret 2012 2 Comments

#AllEngland T.T

Nak, barusan ayah (hampir) nangis, berkaca-kaca. 

Liat live score #AllEngland ada bendera merah putih, di urutan ke dua dari bawah, benderanya 'cuma' nempati 1 slot diantara 5 slot yang tersedia. Slot ganda campuran. Ndak apalah. Tapi itu udah cukup buat ayah bangga sebagai bagian bangsa keren ini.   

Tantowi Ahmad dan Lilyana Natsir yang umurnya ndak beda jauh sama ayah Nak. Ndak beda jauh juga sama pejabat-pejabat BEM di SC sana *loh, BEM itu apa Yah? | BEM itu pejuang Nak | Pejuang apa Yah? | Pejuang apa yah? tergantung situasi sih Nak, kalo angin ke BBM ya pejuang BBM, kalau angin ke Cangkir ya jadi pejuang Cangkir | Loh kok gitu yah? | Huehehehe, entahlah Nak :D. 

Bedanya di pundak Bang Tantowi sama Neng Natsir udah ada  badge Indonesia, udah ada peta Indonesia.  

Dapet tempat pertama di #AllEngland Badminton Tournament Birmingham. apa ndak keren coba Nak?. 

Eh, mungkin ndak keren ding Nak. Banyak tuh yang cuek, ndak mau tahu tentang ini. Ah biar Nak, mungkin akses internet susah. Untunglah beberapa media massa memajang foto mereka besar-besar. Tapi ada tah yang mbaca koran pagi ini? Masih ada laporan yang harus dikerjakan Nak. Ndak ada waktu!. 

Yowes lah.  

Setidaknya kibasan raket mereka bisa jadi tamparan buat wakil-wakil kita di Senayan sana, yang lagi ribut tentang Banggar, yang lagi gontok-gontokan masalah PSSI, yang lagi tarik-menarik kepentingan tentang BBM.

juga wakil-wakil kita di SC sana, yang lagi ribut sama 'kajian' BBM-nya, yang lagi nyeramuk sama 'kajian' Banggar nya *eh keren amat Yah kok BEM sampe kajian Banggar? | Eh, ada ndak ya Nak, bentar Ayah cek ke temen ayah yang di BEM | cepet Yah | eh ternyata ndak ada ndak kajian Banggar nya :D | Ndak papa Yah, mereka sedang berjuang.

Setidaknya kibasan raket mereka membentuk tulisan 'Ah, masih ada kok orang yang KONKRET!'. 

Senin, 12 Maret 2012 Leave a comment

Bandel

Berpikir “bandel”, memang punya risiko 
(Arif Munandar) 


Buat orang yang deket sama aku, kalau dikasih pertanyaan apakah aku bandel atau ndak, pasti hampir semua jawabannya. Iya. Septian bandel!. Bahkan kalo emang ada orang yang baru kenal sama aku 3 hari pun, pasti ndak ada yang ngelak kalau aku ini seorang yang "bandel".

Dalam pandangan ku, yang pastinya egosentris, bandel itu pilihan, pilihan setiap orang tapi masih ada koridor yan membatasinya. Kalau aku yang mbatasin itu norma agama, susila dan hukum. Kalo kata Dimas "kita ndakberhak untuk ngelarang-ngelarang orang!". 

Ndak nurut, mempertanyakan kenapa (?), mengkritisi (?), menilik kembali (?), menanyakan data kuantitatifnya (?), menanyakan kok pake ini (?) , menyakan apakah ada distorsi pesan dari sumber informasi awal (?), sampai menanyakan apakah udah sarapan atau belum(?) *loh

Aku paham resiko, sangat paham (mungkin), bandel dalam lingkaran ini seperti gergaji yang berputar cepat yang akan merobohkan karir atau sebaliknya melejitkan karir. Tinggal menunggu saja, apakah gergaji itu memorong pohon atau 'dijual' lalu diberikan kembang api yang mengeluarkan kelap-kelap cahaya indah. 


Ah bandel, 


That's my style!    

Minggu, 04 Maret 2012 Leave a comment

« Postingan Lama Postingan Lebih Baru »

Arsip Blog