Ramadhan di Kemenpora (judul tak usah dipermasalahkan) part I

Ramadhan kali begitu spesial, bagi kita, bagi ku dan ini bagi saudara-saudara terbaikku

  1. Aditya Kuspriyangga, si penyuka lagu duhai pendampingku, ramadhan kali ini adalah ramadhan pertama dengan predikat sebagai koordinator Islamic Forester Center FAHUTAN ASIK!, selain itu kak Kuspri juga ditemani dengan Honda Vario dalam keseharian Ramadhan kali ini, nanti mudik bareng ya kak :)
  2. Affan Iqbal, saudara sekamar ku, insyaALLAH ramadhan kali ini bagi beliau adalah Ramadhan pertama dengan saudara sekamar yang super ganteng dan keren *siapa yak, celingak-celinguk. Sekaligus Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan pertama yang tidak menunggu sekret MENWA :)
  3. Ahmadun, wah raja dangdut kami, Ramadhan kali ini bagi beliau adalah Ramadhan yang begitu spesial karena untuk pertama kalinya dalam seumur hidup beliau Ramadhan ditemani dengan hotspot 24 jam yang memungkinkan untuk download lagu dangdut, selain itu ini juga Ramadhan pertama beliau sejak ditinggal ayah beliau yang pulang ke kampung halaman (kembali) setelah mengantarkan jagung pipilan yang sekarang jagung pipilannya entah ada dimana *loh?
  4. Akhmad Fahmi Hikmatiyar, raja ngocol dan disinyalir punya hubungan dekat dengan C*ka huehehehe peace Mi, ^^V Ramadhan kali ini adalah Ramadhan pertama beliau dengan tanggung jawab ngurusin adik beliau yang keduanya berjauhan dengan orang tua yang ada nun jauh disana. Selain itu Ramadhan kali ini adalah Ramadhan pertama beliau dengan HP Samsung Touchscreen-nya
  5. Aldian Farabi, pak Direkturku, yupz jelas ini adalah Ramadhan pertamakali dalam hidup beliau dalam posisis Direktur di FORCES, selain itu ternyata ini adalah Ramadhan pertama beliau tidur di bawah tempat tidur kak Kuspri, eh BTW juga ini Ramadhan pertama beliau (kondisi gede: dewasa) yang dilalui tanpa HP dan di tempat yang jauh dari peradaban :)
  6. Alfi Irfan, abang Ganteng, InsyaALLAH ini adalah adalah Ramadhan pertama dalam hidup beliau dengan ditemani NOKIA Communicators dan kamar deket sama ruang utama. Eh ternyata ini juga Ramadhan pertama beliau sejak lepas dari BEM TPB.
  7. Ary Kristianto, kisanak, masih NASAKOM? huehehehe, ini adalah Ramadhan beliau yang pertama dengan ditemani laptop mungil yang masih kinyis-kinyis. Selain itu ramadhan ini juga menjadi Ramadhan beliau yang pertama setelah beliau memotong lengan jaket BEM KM GEMILANG-nya menjadi rompi yang (kalau dipikir-pikir) rada Alay :D
  8. Asep Sarifudin, sang Pujangga, Ramadhan pertama di bawah panji-panji bendera kerajaan kaktus dengan bergeliman deposito *benar ndak sep? huehehehe. Selain itu ini menjadi Ramadhan pertama juga bagi beliau setelah lepas dari bayang-bayang anak Cybertron Asrama TPB:).
  9. Awalludin Ramdhan, si cablak dan suka sama lagunya Melly Goeslaw :D, Ramadhan kali ini adalah ramadhan yang spesial yang bang yak? kemungkinan besar akan jadi Ramadhan terakhir beliau dalam kondisi lajang *huahahahah, pis bang ^^V. Selain itu Ramadhan menjadi lebih spesial karena adanya tawaran dari partai NasD*m yang datang kepada beliau *pasti ada KADER *K* yang panas denger isu ini. Huahahahaha oke bang?
  10. Baehaki Fajri Ibnu Abbas, bang Bae, bang Ikan, pemilik Akuarium yang (hampir ndak) pernah menengok akuariumnya. Ramadhan kali ini spesial karena Ramadhan pertama dengan didampingi oleh (lagi-lagi) laptop anyar yang kinyis-kinyis, sekaligus dalam Ramadhan kali ini beliau lepas dari predikat sebagai penunggu komputer pojok asrama yang sempat mampir ke beliau :D.

Ini part I, masih ada part II dan part III ditunggu yah... Biarkan hati mensucikan diri :)

Marhabban ya Ramadhan 1432 H

Minggu, 31 Juli 2011 Leave a comment

KONI Pusat

"Ikhlas" benar-benar sulit bagi seorang Septian mengartikan kata ini, bukan karena kata ini sulit ditemui di kamus atau literatur penerjemah lain, sebenarnya di buku juga banyak, sangat mudah, bahkan penjelasannya sungguh rinci. Dipelbagai pembicaraan pun kata ini merupakan topik yang tak pernah bergenti bergelombang, walau terkadang ditransformasi menjadi "luruskan niat", "ridho" atau "lillahita'ala" atau apalah kata lain yang sama, yang mengkondisikan sebuah keadaan ideal (yang sangat sulit ditemukan) bagi sebuah medan kontribusi.

Membahasakannya memang sulit, setiap bahasa memiliki penafsiran sendiri, belum lagi perbedaan struktur pemikiran eks dan in-brain si penafsir penfsiran bahasa tersebut.

Namun, aku melihatnya malam ini. Sebuah bentuk konkret kata ikhlas. Aku yakin pada asessment yang aku berikan pada objek ini, begitu murni tanpa kepentingan bahkan kepentingan ormas Nasdem, partai NasDem, PKS, KAMMI, KONI Pusat, Rokok Bentoel, apalagi Produsen Makanan Mayora.

Aku melihat pada kesan ikhlas sebuah Cangkir.

Biasa, hanya sebuah cangkir yang berdiri di dekat tempat cucian asrama PPSDMS ''create future leader", biasa yang masih tersisa bekas kopi yang mengering.

Kopi itu mengering yang tersisa hanya pahit mungkin, bahkan sudah tak lagi hitam agak kecoklatan seperti baju kepanduan, dindingnya tak mampu menyembunyikan ampas kopi yang entah mungkin berguna atau mungkin masih berguna untuk media kembangan bakteri sehingga tidak dicuci oleh si peminumnya. Bukan main-main loh si peminum merupakan pemimpin masa depan yang memiliki berjuta potensi luar biasa mentereng yang (memang) agak sibuk.

Cangkir itu putih polos agak berbercak hitam kecoklatan, mungkin karena cipratan ampas kopi sampai bagian luar. Anehnya, cangkir ini ndak protes apalagi makar berlanjut mogok kerja seperti pilot Garuda Lokal, ndak mau lagi menampung kopi, walau badannya dibiarkan (secara sengaja atau tidak sengaja) kotor oleh sang future leader.

Tangkainya patah bagian bahwahnya, mungkin ada benturan keras yang menyakitkan hatinya, membuatnya kecewa pada kinerja, sedikit membuatnya mempertanyakan kembali kredibilitas janji dan teori kontribusi, membuatnya tak lagi sedap dipandang dan sedikit rapuh. Tapi, aku ndak melihat kerut sendu di wajahnya atau rembesan air mata yang belum mengering.

Belum lagi, kalau dipikir sudah berkali dia diperlukan sama persis seperti ini. Ini bukan yang pertamakali dan bukan pula yang terakhir kali bagnya.

Aku melihatnya tetap berdiri sebagai sebuah cangkir dengan sebuah kebanggan di dadanya bahwa ia adalah sebuah cangkir yang 'pernah' berjasa besar bagi sebuah pembentukan karakter pemimpin masa depan.

Seketika melalui proyektor di badan putih-melingkarnya bersinar mengeluarkan sebuah teks berjalan yang hijau skotlet berjalan pelan diiringi instrumental perang...

Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih :)

Indonesia, 29 Juli 2011

Jumat, 29 Juli 2011 Leave a comment

Memberi :)

BTW, udah banyak yang disiapin buat bulan puasa, gimana diengan diri gua nih? Huehehehe. Oke Taqoballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin, semog Ramadhan ini kita lalui dengan hati yang bersih dan suci.

Banyak orang bahkan termasuk aku, menghendaki keadaan sekitar dalam kondisi baik dan sesuai dengan standar harmoni dirinya. Semisal aku yang menghendaki agar ndak banyak orang berkeluh kesah, menghendaki ndak banyak orang yang terlambat, menghendaki ndak banyak orang yang membuang sampah sembarangan, ndak menghendaki orang pake tato, dan ndak ndak lainnya yang kalu ditulis butuh lebih dari 1 kertas karung untuk menampungnya. Lebih lanjut, aku menghendaki semua komponen kehidupan bergerak dalam koridor harmoni yang sesuai dengan harmoni hatiku.

Kalau aku ke kanan, pokoknya semua harus ke kanan, kalau aku ke Randublatung, pokoknya semua harus ke Randu blatung. Pokoknya pengen semuanya ekselen.



Akibatnya kekecewaan banyak menggelembung dalam hati ini. Kecewa, ketika banyak timbul orang yang mengeluh, kecewa ketika banyak orang yang terlambat, kecewa ini, kecewa itu dan serangkaian kekecewaan lain karena “tak puas dengan keadaan”. Dalam tataran konteks teknis kekecawaan ini tampak pada status fb yang galau, memaki bahkan menghardik seseorang dengan inisial, raut muka yang cemberut, tak bersahabat dan seperti lempitan di ujung sarung guling, berkerut, ndak enak dilihat, baik oleh sesama manusia maupun pencipta manusia, Allah.

Namun, ada satu kata tanya yang apabila dijawab dapat menjadi obat kecewa itu. Sayang seribu empat ratus tiga sayang, kata itu biasanya tenggelem dalam egoisme kita (yang ndak merasa maaf yah huehehe). Kata itu biasanya keburu hilang karena letupan marah kita yang udah nyampe ubun-ubun. Kadang juga ilang gitu aja, kayak rasa lapar yang hilang saat kita liat IPK yang menakjubkan *atau malah sebaliknya menakutkan, huehehehe.

Kata tanya itu adalah: “mengapa?”

Saat ada orang terlambat kita lupa menanyakan, “mengapa terlambat?” siapa tau orang yang terlambat hpnya ndak ada pulsa, lagi di tengah hutan jadi ndak bisa minjem hp orang, pas udah nyampe luar hutan beli pulsa, eh malah hp nya mati baterenya habis, lupa bawa charger, pas udah ada pinjeman charger dan siap mau nyarjer, ndak ada colokan, udah ketemu colokan di pinggir jalan, belum sempet nyolok, dia ngeliat nenek-nenek jadi korban tabrak lari, harus segera dibawa kerumah sakit dan hanya ada dia disitu. Eh pas nenek-neneknya udah nyampe rumah sakit, hp nya ilang, yah ilang, dia lupa naro hpnya dimana tadi.


Akhir cerita, telat dah dan ndak konfirmasi. *rumit ya ceritanya?.

Kadang memang kita harus banyak mendengar dan menerima dari pada berbicara dan menuntut. Biarkan hati mengembalikan fitrah diri.

NB: yang suka telat jangan pake alesan di atas ya, buat yang lebih kreatif lagi! J huehehehe

Leave a comment

Anjar

Aku mau nyeritain seseorang yang sangat Inspiratif (menurutku, versiku), ini menurutku loh ya. Namanya biasa Anjar. Dimataku sosok ini sangat menginspirasi, bahkan ini menurutku loh, sekali lagi ini menurutku, lebih menginspirasi dari seorang Bustanul Arifin, Susilo Bambang Yudhoyono bahkan Tifatul Sembiring.

Anjar, teman seasrama ku, kamarnya tepat di depan kamarku. Kamarnya biasa, seperti kamarku, kulitnya biasa, rambutnya biasa, hobinya biasa-baca komik dan ngaskus (nge+kaskus.com), tapi (lagi-lagi menurutku) ada yang luar biasa, siang itu tepatnya. Saat badanku letih karena beraktifitas di kampus, saat pulang ke asrama, saat itu niat awal ingin beristirahat di karpet merah asrama sambil menulis beberapa paragraf artikel.

Menjejak tangga asrama, liat sendal-sendal bermotif ukiran beragam warna lucu-lucu, sandal anak kecil, oh keinget, keinget hari ini ada jadwal belajar komputer bagi anak-anak desa di sekitar asrama ku. Naik ke lantai dua, ah asrama kosong, biasalah aktivis. Buka pintu asrama aku tertuju pada sosok berambut gondrong rada acak-acakan bersama anak-anak kecil, diiringi dengan suara cekikian anak-anak kecil tersebut.

Bersamaan saat aku memandang wajah anak-anak itu, tiba-tiba ada kecil rasa malu menyerang tubuhku, entah kenapa bersama itu pula aku menganggap diriku bergitu “maanfaat-less” bagi asramaku, bagi duniaku. Melucu sedikit di depan anak-anak itu, aku pergi menjauh. Malu sama Anjar.

Mereka (baca: anak-anak kecil) sebentar menoleh ke arah ku, lalu menghadap kembali ke arah komputer yang mereka sedang palajari. Sebentar kemudian mereka kembali berteriak memanggil “kak Anjar, kak Anjar, yang ini gimana?”, “kak Anjar, jangan liat”. Sampai terdengar ke ruang TV teriakan mereka. Anjar menimpali sembari menyebutkan nama anak yang satu dan yang lain. Aku malu lagi. Aku bahkan tak tahu satu orang pun nama anak-anak itu.

Kalau dieksplorasi lebih jauh, aku berani memastikan hanya anjar yang hapal nama anak-anak itu, aku berani memastikan juga hanya anjar yang bisa menjawab pertanyaan “kemarin sampai mana pelajaran komputernya”, aku juga memastikan hanya anjar yang selalu ingat di hari sabtu ada pelatihan komputer untuk anak-anak. Jitak lah aku kalau aku salah-tapi jangan keras-keras yah.

Kejadian yang hampir serupa terjadi beberapa kali, dengan jam dan hari yang sama, aku menemukan Anjar, beberapa kali “hanya” Anjar, bersama anak-anak itu. Selalu, bahkan lebih selalu dari rambutan yang berbuah di depan asrama. Apa yang sudah kau berikan untuk asrama? *tak usah bertanya dengan objek lebih jauh dulu lah wahai para calon pemimpin bangsa.

NB: Njar, komik ONE PIECE terbaru dah keluar belum? huehehe

Rabu, 13 Juli 2011 Leave a comment

Proporsi

Sudah jamak ketika ada perayaan potong kue baik pada peresmian gedung, ulang tahun, pernikahan dan acara-acara yang banyak tawa lain, potongan kue akan dibagi mulai dari orang yang paling dekat dengan si empunya hajat sampai yang dekat (karena yang jauh ndak mungkin kebagian huehehe). Kalo di orang gedean, pembagian kue disertai dengan banyak kilatan cahaya kamera infotainment. Hasil akhir yang didapat, semua orang yang memiliki keterkaitan dengan siempunya hajat akan ‘merasakan’ manisnya gula yang ada pada kue.

Agak sedikit mengherankan, ternyata pembagian jabatan di beberapa (tidak semua, tidak menggeneralisir) instansi juga menganut ketentuan seperti itu. Saat seseorang berhasil (atau dibuat berhasil) menduduki jabatan yang terpandang, maka tangan kanan, kaki kanan, paru-paru kanan-nya merupakan individu yang sehari-harinya baik psikis maupun fisik berada di jarak tidak lebih dari 12,3 meter dari dirinya. Teman makannya, teman kecilnya, rekan bisnisnya, rekan sekamar, saudara ipar, temen rapat, temen organisasi, anak, yah yang ndak jauh-jauh lah.

Ini salah? Ya ndak lah.

Ini benar? Sebenarnya diragukan juga kebenarannya,

Oke, biasanya kue orang hajatan terbagi atas beberapa bagian. Kue yang ada sirupnya, kue yang ada butter-nya, kue yang ada buahnya dan kue yang bahannya hanya adonan utama tanpa penambahan pernak-pernik.

Kalau kata Irul, bukankah lebih baik jika kue yang ada cairan sirup tinggi glukosa tidak diberikan kepada penderita Diabetes Mellitus (DM) karena Indeks Glikemik-nya (GI) tinggi sehingga dengan cepat dapat meningkatkan gula darah dan DM nya tambah parah? Lanjut ke komplikasi, gagal ginjal, potensi besar hemodialisis, mahal, harta habis, ndak enak kan?

Kata Irul, akan lebih bijak jika kue yang ada buah nya diberikan kepada orang yang sering sembelit. Serat yang ada dalam buah-buahan akan membuat transit time dalam saluran pencernaan akan lebih singkat. Selain itu serat pangan yang ada di buah-buahan mempunyai sifat absorsif dengan lemak sehingga sangat baik untuk individu yang memiliki intake lemak dalam jumlah berlebih.

Kata Irul lagi, kita akan menjadi lebih bijak jika kue yang hanya ada adonan utama tanpa penambahan bahan lain tepat untuk individu yang membutuhkan asupan kalori dalam jumlah besar. Aktivis dan pekerja fisik yang mengandalkan otot termasuk ke dalam orang yang tepat menerima potongan kue jenis ini. Kuantitas ATP yang dihasilkan sangat proporsional untuk kebutuhan energi individu tersebut.

Berikan potongan kue (baca: jabatan=amanah) ke individu yang paling tepat, bukan individu yang paling dekat.

Senin, 04 Juli 2011 Leave a comment

« Postingan Lama Postingan Lebih Baru »

Arsip Blog